Senin, 06 Januari 2014

Negeri Jambi #2

Deskripsi Aktivitas Perekonomian di Kecamatan Kayu Aro, Kerinci Jambi


Aktivitas perekonomian di Indonesia sangatlah beragam, yang dapat dilihat dari banyaknya sektor yang berkembang di Indonesia. Dalam periode 1967-1990, sektor pertanian mengalami kenaikan pertumbuhan sebesar 4,5%/tahunnya (Badan Litbang Pertanian,1992). Sektor pertanian dominan di Indonesia dikarenakan pertanian yang didukung dinamika atmosfer bumi yang memiliki curah hujan yang tinggi karena Indonesia memiliki iklim tropis yang sangat cocok untuk pertanian. Selain iklim, Indonesia juga diperkaya dengan keberadaan gunung api yang ada di Indonesia yang berberbaris sepanjang selatan pulau dari sabang sampai merauke. Hasil erupsi gunung api mendukung kekayaan unsur hara tanah yang ada di sekitarnya, makanya tak jarang daerah sekitar gunung digunakan sebagai daerah pertanian dan perkebunan. Pertanian juga masih merupakan corak utama perekonomian negara dunia ketiga. Tenaga kerja sebagian besar terserap oleh sektor pertanian sementara peluang kerja diindustri sempit. Semakin maju suatu negara maka jumlah penduduk yang berada di sektor ini akan semakin kecil dan efisiensi pertanian meningkat (Torado,1977).
Perekonomian di provinsi Jambi juga dominan oleh aktivitas perekonomian pertanian yang berkembang pesat di sekitar gunung kerinci. Gunung kerinci terletak pada Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Gunung kerinci merupakan gunung tertinggi di Sumatera dan gunung aktif tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.805 mdpl. Gunung ini aktif terakhir kali pada tahun 2009 yang tentunya meninggalkan banyak sekali unsur hara di kaki gunungnya. Hal ini yang dimanfaatkan oleh warga sekitar dalam mencari mata pencaharaian yang tepat dengan kondisi lahan yang ada di Kayu Aro.
Kecamatan Kayu aro memiliki 29 desa yang hampir semua penduduknya bekerja pada bidang pertanian dan perkebunan. Hampir semua warga masyarakat Kayu Aro bekerja sebagai petani dari perkebunan sayur mayur dan teh yang terletak tidak jauh dari perkampungan penduduk. Jarang sekali ditemukan industri dalam bentuk pabrik besar di daerah ini dikarenakan jauhnya akses dari Kayu Aro ke ibukota Provinsi Jambi. Sehingga lahan banyak digunakan untuk pertanian dan perkebunan serta sebagian kecil untuk pemukiman warga. Kayu Aro juga terkenal sebagai daerah penghasil teh. Perkebunan teh Kayu Aro milik PTPN 6 adalah kebun teh terluas di dunia dalam satu hamparan.Dari pengamatan saya di kecamatan Kayu Aro, hanya satu pabrik yang terdapat di Kayu Aro ini yaitu pabrik kebun teh yang mengemas langsung teh yang telah di proses dari perkebunan teh yang terdapat di Kecamatan kayu Aro. Teh produksi Kayu Aro ini diekspor keberbagai negara di dunia dan dalam negeri.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kerinci masih bertumpu pada sektor Pertanian yang menyumbang sebesar 52,13 persen terhadap PDRB Kabupaten Kerinci terutama dari subsektor tanaman bahan makanan, kemudian berturut-turut sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 14,35 persen, sektor jasa-jasa sebesar 13,06 persen, sektor angkutan dan komunikasi sebesar 9,41 persen, sektor konstruksi 3,81 persen, sektor industri pengolahan sebesar 3,47 persen, sektor keuangan, persewaan dan perusahaan sebesar 3,40 persen dan sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 0,86 persen serta sektor pertambangan dan pengalian sebesar 0,35 persen (www.pelita.or.id). Dari data yang diperoleh, aktivitas perekonomian pertanian yang paling mendominasi dikarenakan Kayu Aro merupakan lahan yang sangat cocok sekali untuk bercocok tanam dalam hal tumbuhan yang membutuhkan curah hujan yang tinggi, sejuk dan lembab. Hal ini tidak dapat ditemukan disemua kecamatan yang ada di kabupaten Kerinci bahkan di provinsi Jambi.
Dibalik semua kemelimpahan sayur mayur yang dipanen oleh para petani, terjadi kemerosotan harga pasarannya dikarenakan terlalu banyak yang dihasilkan sehingga menyebabkan harga pasaran di Kayu Aro sangat turun drastis. Contohnya seperti harga kubis di pasar normalnya Rp.3.500,-/kg di Kayu Aro hanya Rp.200,-/kg lain halnya dengan harga kentang di pasar normalnya Rp.10.000,-/kg di Kayu Aro hanya Rp.1.300,-/kg. Hal ini juga dikarenakan jauhnya pasar dari Kayu Aro, sehingga para penampung tidak berani menaruh harga tinggi. Sebenarnya ada pasar di Kayu Aro setiap minggu, yaitu pasar Selasa dimana warga Kecamatan Kayu Aro tumpah dijalanan menjajaki dagangannya. Pendapatan para pemetik teh juga tak jauh beda dengan petani sayur mayur, mereka juga telah membanting tulang sekuat tenaga dengan pekerjaan yang sangat menyita waktu. Tetapi tetap saja tak bisa merubah nasib mereka. Rata-rata petani di Kayu Aro belum berhasil menyekolahkan anak mereka. Kurang baiknya tingkat pendidikan disebabkan kurangnya biaya dan tidak adanya kemauan anak untuk melanjutkan sekolah. Hal tersebut dikarenakan rendahnya pendidikan orang tua yang rendah tidak mampu memberimotivasi kepada anaknya dan tidak terdapat contoh orang yang berpendidikan yang berhasil di kalangan mereka. Dan juga hal ini diperparaha dengan kurangnya minat generasi muda untuk terjun dalam sektor pertanian sehingga petani di Indonesia masih bergerak secara lambat.
Pembangunan pertanian yang dilakukan oleh bangsa terdahulu, sekarang kita telah mencapai babak transisi antara modernitas pedesaan dan tradisionalisme yang banyaknya permasalahan disemua aspek kehidupannya. Untuk mendongkrang kemajuan di bidang pertanian perlu diadakannya perencanaan pasti mengenai penataan ruang penyiapan sarana juga pada model pembinaan sehingga perttanian dapat lebih bergerak maju. Sebenarnya masalah utama pertanian adalah skala usaha yang relatif kecil, modal dan kemampuan pengumpulan modal yang rendah, kualitas SDM yang rendah, sehingga penghasilan petani rendah, usahanya tidak berkembang, teknologi yang terbatas, tidak banyaknya kebebasan memilih usaha, daya saing rendah serta akses dan kesempatan kerja diluar pertanian terbatas.
Sistem pertanian berkelanjutan juga seharusnya diterapkan agar suatu saat tidak terjadi pemberhentian memproduksi di bidang pertanian. Dengan tidak memenuhi faktor diantaranya pertumbuhan penduduk yang masih tinggi, pemerintah masih mengabaikan potensi spesifik suatu wilayah, kegagalan pasar, hak kepemilikan lahan hanya untuk orang-orang berada saja dan marjinalisasi praktek & pengetahuan lokal saja (Karwan A.Salikin,2003). Agrobisnis kerakyatan dilakukan agar pertanian di Indonsia tidak memihak salah satu pihak.
Keistimewaan kecamatan Kayu Aro ini seharusnya dapat digunakan sebagai citra unggulan dari kabupaten Kerinci sebagai pemasok hasil perkebunan yang baik seperti yang telah dicontohkan oleh perkebunan teh yang telah di akui dunia, hal ini harus dapat memacu perkembangan sayur mayur terbaik juga yang berasal dari Kayu Aro. Selain itu Kayu Aro bisa dijadikan salah satu objek wisata dalam pengadaan “Paket Tour Pariwisata Kerinci” sehingga periwisata di kerinci berkembang begitu pula Kayu Aro. Kabupaten Kerinci terkenal sekali dengan Danau Kerincinya, Air Panas Semurup dan Kayu Aro yang terletak di kaki gunung Kerinci yang dapat dijadikan pendapatan daerah yang lebih banyak tanpa merusak sumber daya alam malah melestarikan keberadaannya.

Daftar Pustaka
A. Salikin, Karwan.2003.Sistem Pertanian Berkelanjutan:Yogyakarta
Badan Litbang Pertanian.1992.Penelitian dan Pengembangan Pertanian.Departemen Pertanian:Jakarta
Hanani, Nuhfil,dkk.2003.Strategi Pembangunan Pertanian.Lappera Pustaka Utama
http://www.academia.edu/2347439/Kondisi_Kerja_Karyawan_Perempuan_Perkebunan_Dan_Hubungannya_Dengan_Kesejahteraan_Keluarga diakses oleh yuli agnes karmila tanggal 03 Januari 2014 pukul 21:07
http:// www.pelita.or.id diakses oleh yuli agnes karmila tanggal 03 Januari 2014 pukul 22:35
Sumodiningrat, Gunawan.2001.Pembangunan Pertanian di Era Otonomiderah.LP2KP Pustaka Karya:Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar