Senin, 06 Januari 2014

Negeri Jambi #3

“Penanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) Berlebih, Memicu Kelangkaan Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Provinsi Jambi”

BAB I PENDAHULUAN
Kemajuan di era globalisasi pada masa ini menyongsong perkembangan disegala lapisan. Perkembangan perkebunan kelapa sawit yang akhir-akhir ini mencuat dengan produksi minyak kelapa sawit yang mendorong khalayak ramai untuk memiliki kebun kelapa sawit sendiri. Perilaku ini juga terjadi pada perusahaan besar yang berambisi untuk dapat meraup untung sebesar-besarnya dari menjulang tingginya permintaan minyak kelapa sawit. Disamping itu, pengaruh pihak luar kedalam cukup besar, seperti teknologi yang berkembang pesat.
Tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq) dimasukkan pertama kali ke Indonesia pada tahun 1884 dan ditanam di Kebun Raya Bogor dan berkembang tersebar ke beberapa provinsi di Indonesia salah satunya provinsi Jambi (Adlin, U.Lubis, 1994). Perkembangan perkebunan kelapa sawit menyebabkan daerah yang selama ini terisolir menjadi terbuka dan berpeluang mendorong kegiatan ekonomi sekitar. Sehingga kemajuan dari daerah provinsi Jambi sekarang ini bergantung pada sektor perkebunan dan pertanian.
Sebuah aliansi Lembaga Swadaya Masyarakat di Jambi, AMPUH (Aliansi Masyarakat Peduli Hutan) menyatakan bahwa dari 5.192.924 Ha luas Propinsi Jambi, sekitar 60 % atau 3.139.822 Ha dikuasai oleh industri. Keberadaan hutan di Indonesia, khususnya provinsi jambi juga memiliki bagian-bagian lagi menurut pemilikannya, fungsinya, dan peruntukannya (Salim, 1997). Salah satunya hutan kesepakatan merupakan hutan yang disusun melalui kesepakatan instansi-instansi terkait dengan penggunaan lahan setiap wilayah provinsi dibawah koordinasi pemerintah daerah tingkat 1 yang bersangkutan (Departemen Kehutanan, 1992). Contoh semisalnya di Jambi, dalam tahun terakhir 2013, tidak kurang ada tiga lokasi hutan alam telah beralih fungsi untuk tanaman industri akasia, pertukangan, dan karet. Izin diberikan kepada PT. Mugi Triman seluas 37.500 hektar, PT. Malaka Agro Perkasa 24.485 hektar, dan PT. Bukit Kausar 33.310 hektar, termasuk PT. Sinar Mas Group (WKS) seluas 600.000 hektar. Akibat peralihan hutan alam tersebut, membuat masyarakat setempat sudah tidak bisa lagi bertanam padi sawah/ padi lading, untuk kesejahtraan rakyat.
Sementara hutan di Jambi juga memiliki fauna yang dilindungi yaitu Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) adalah subspesies harimau yang habitat aslinya di pulau Sumatera, merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah dan semua tumbuhan yang berada di dalamnya. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di taman-taman nasional Sumatera seperti di provinsi Jambi terdapat Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Nasional Berbak, Taman Nasional Gunung Kerinci, Taman Nasional Bukit 30 dan Taman Nasional Bukit 12 yang melindungi habitat dari harimau sumatera. Tapi, tercatat 66 ekor harimau sumatera terbunuh antara tahun 1998 dan 2000 (dephut,2003). Hutan di provinsi Jambi yang dilindungi dengan adanya pengadaan Taman Nasional ini termasuk kedalam kawasan hutan hujan tropis yang sangat cocok untuk flora dan fauna dapat bertahan hidup. Taman nasional yang dilindungi, di dalam nya ada habitat untuk harimau sumatera seperti yang terdapat di Air Hitam Dalam, Taman Nasional Berbak merupakan salah satu habitat harimau Sumatera.
Perlindungan dari sisi lainpun telah dilakukan dengan undang-undang. Hal yang menyangkut Perdagangan bagian tubuh harimau di Indonesia adalah perbuatan kriminal, karena melanggar Undang-Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Berdasarkan pasal 21 dalam undang-undang nomor 5 tahun 1990 poin (d) bahwa "setiap orang dilarang untuk memperniagakan, menyimpan atau memiliki, kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia". Pelanggar dari ketentuan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimum 100 juta.

BAB II PEMBAHASAN
Saat ini, kelemahan terdapat dalam manajemen pengolahan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tidak lagi memikirkan akibat yang akan timbul jika kegiatan mengenai perkebunan yang dilakukan tanpa ada pagar yang membatasinya. Ditambah lagi dengan masyarakat yang acuh tak acuh dengan keberadaan hutan dan ekosistem di sekitarnya sehingga kurang memahami mengenai lingkungan hidup yang sehat dan serasi. Perkebunan kelapa sawit yang dibuka oleh pihak manapun akan berimbas pada lahan daerah yang digunakan. Lahan tersebut merupakan lahan daerah yang didominasi dengan keberadaan hutan di dalamnya yang biasa disebut dengan hutan kesepakatan.
Perkebunan kelapa sawit merupakan bagian dari hutan produksi yang dapat dikonservasi karena kegunaan hutan dapat diperuntukkan memenuhi kebutuhan pembangunan diluar bidang kehutanan. Persentasi penggunaan hutan produksi yang dapat dikonservasi hanya 15,54% yang memiliki luas ±30 juta Ha (Departemen Kehutanan, 1992). Walaupun telah diatur dalam undang-undang yang berlaku tetap saja pembukaan lahan baru oleh pengusaha kaya-raya tetap dilakukan karena adanya main belakang oleh oknum-oknum tertentu yang memperparah keberadaan harimau yang hidup di dalam hutan, padahal pembukaan lahan baru tersebut tidak seharusnya dilakukan lagi. Dan telah banyak kawasan hutan dan lahan yang dikuasai industri tidak dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dikarenakan hanya memperhatikan kemakmuran kelapa sawitnya saja tanpa memperhatikan fungsi lahan dan habitat hewan di dalam hutan kedepannya. Kondisi semacam ini telah menjadi pemicu semakin krisisnya tempat tinggal bagi harimau yang menjadi hewan endemik di pulau Sumatera. Penghancuran habitat merupakan ancaman terbesar terhadap populasi saat ini.
Kejadian yang diberitakan pada Jambi (ANTARA News) - Warga Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, dibuat geger setelah diketahui ada satu harimau sumatera masuk perkampungan. "Jelas kami khawatir karena kabarnya harimau ini sudah memangsa dua ekor kambing milik warga," ujar Puji, salah seorang warga Desa Catur Rahayu di Muarasabak, ibukota Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Selasa. Menurut Puji, harimau masuk ke perkampungan pada Rabu dini hari lalu (12/12), tepatnya di daerah transmigrasi SK 4 dan SK 5, Kecamatan Dendang. Suratman (35) salah seorang warga lainnya mengatakan, akibat kabar tersebut, sejumlah warga berinisiatif memperketat ronda malam dengan dilengkapi senjata tajam untuk mengantisipasi masuknya si "Raja Hutan" ke perkampungan. "Bahkan beberapa warga sudah mengungsikan ternaknya agar tidak berkeliaran. Takut dimangsa harimau," katanya. Menurut dia, beberapa kali warga memergoki seekor harimau tengah berada di tengah tengah perkampungan. Bahkan, beberapa warga pernah akan menombak seekor harimau saat terpergok tengah malam. Hanya saja, harimau itu melarikan diri. Lebih lanjut ia mengatakan, sejumlah warga juga berinisiatif melaporkan kejadian itu ke Dinas Kehutanan Tanjabtim dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi. Hal ini terjadi dikarenakan harimau merupakan hewan individualis yang tidak dapat hidup berkelompok, sehingga masing-masing harimau haruslah memiliki daerah kekuasaan masing-masing. Jika daerahnya dirambah oleh perkebunan kelapa sawit, dimana lagi harimau akan tinggal jika tidak beralih ke daerah perkampungan warga.
Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi tetap saja terjadi pengalihan fungsi lahan yang dilakukan secara berlebihan oleh oknum yang telah bekerja sama untuk kepentingan masing-masing. Hal seperti ini yang menyebabkan terancamnya habibat hewan langka walaupun telah dilindungi keberadaannya tetapi tetap saja terancam kehidupannya dan akan menyusut habitatnya dikarenakan luas tutupan hutan yang semakin berkurang dalam angka yang signifikan.

BAB III SIMPULAN
Semakin menyusutnya habitat dari harimau sumatera dikarenakan maraknya pengusaha yang datang untuk membeli hutan Indonesia dan membuka lahan baru untuk perkebunan kelapa sawit di provinsi Jambi dengan menebang pohon seenaknya yang menyebabkan degradasi hutan yang tak berkesudahan. Degradasi hutan ini salah satu faktor terbesar kerusakan ekosistem di dalamnya yang melibatkan semakin langka habitat yang seimbang dan semakin langka pulalah keberadaannya di pulau sumatera ini.
Telah banyak hal yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan habitat dan satwa langka ini, tetapi hal itu hanya tertulis dalam kertas saja dan belum terelalisasikan dengan baik. Jika perilaku warga sekitar dan pemerintah dalam menangani hal-hal seperti ini masih sama saja dari tahun ke tahun, maka tidak diherankan lagi jika nanti anak cucu kita tidak dapat menyaksikan keberadaan satwa liar seperti harimau sumatera di provinsi tercinta ini. Sangat dibutuhkan gebrakan baru dari pihak pemerintah mengenai banyaknya pengalihan fungsi hutan yang tidak sesuai dengan proporsinya, pemerintah berfikir akan hal yang terjadi jika pemerintah tidak bertindak tegas akan memegakkan hukum yang berlaku ? hal yang akan terjadi adalah semakin menghilangkan akses dan kontrol rakyat terhadap sumber daya hutan dan lahan dan akan semakin memperparah degradasi hutan di provinsi Jambi.
Untuk pemulihan hutan yang telah disalah fungsikan dapat dilakukan konservasi, memang membutuhkan waktu yang lama tetapi setidaknya ada upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mendukung kembali Jambi yang hijau bukan mendukung Jambi yang gersang. Jangan buat image diri para pemimpin negeri beradat ini dibutakan oleh uang para pengusaha kaya-raya. Hal demikian tidaklah sepadan dengan yang telah hutan berikan bagi kehidupan sedunia. Program baru juga perlu dilancarkan untuk memudahkan jalannya pengalih fungsian antar pengusaha, pemerintah dan warga mengenai hal-hal yang akan dilakukannya pada hutan di provinsi Jambi dengan menggunakan proses konsultasi dan jaminan terhadap ruang hidup dan keberlanjutan ekonomi masyarakat di negeri Jambi.

DAFTAR PUSTAKA
Departemen Kehutanan.1992.Tata Guna Hutan Kesepakatan (TGHK).Jakarta
http://www.mongabay.co.id/2013/08/07/hutan-harapan-jambi-ancaman-jalan-tambang-belum-usai-penyanderaan-staf-menyusul/ diakses tanggal 24 Desember 2013 oleh Yuli agnes karmila pukul 14:27
http://selaseptian020.blogspot.com/2013/05/flora-dan-fauna-khas-jambi.html#ixzz2pCrvq8Kg diakses tanggal 2 Desember 2013 oleh Yuli agnes karmila pukul 09:03
http://infokehutanan.jambiprov.go.id/?v=pr&id=71 diakses tanggal 2 Desember 2013 oleh Yuli agnes karmila pukul 10:17
Lubis, Adlin. U.1994.Pengantar Manajemen Perkebunan Kelapa Sawit.Pusat Penelitian kelapa Sawit:Medan
Salim.1997.Dasar-Dasar Hukum Kehutanan.PT.Sinar Grafika:Jakarta

Negeri Jambi #2

Deskripsi Aktivitas Perekonomian di Kecamatan Kayu Aro, Kerinci Jambi


Aktivitas perekonomian di Indonesia sangatlah beragam, yang dapat dilihat dari banyaknya sektor yang berkembang di Indonesia. Dalam periode 1967-1990, sektor pertanian mengalami kenaikan pertumbuhan sebesar 4,5%/tahunnya (Badan Litbang Pertanian,1992). Sektor pertanian dominan di Indonesia dikarenakan pertanian yang didukung dinamika atmosfer bumi yang memiliki curah hujan yang tinggi karena Indonesia memiliki iklim tropis yang sangat cocok untuk pertanian. Selain iklim, Indonesia juga diperkaya dengan keberadaan gunung api yang ada di Indonesia yang berberbaris sepanjang selatan pulau dari sabang sampai merauke. Hasil erupsi gunung api mendukung kekayaan unsur hara tanah yang ada di sekitarnya, makanya tak jarang daerah sekitar gunung digunakan sebagai daerah pertanian dan perkebunan. Pertanian juga masih merupakan corak utama perekonomian negara dunia ketiga. Tenaga kerja sebagian besar terserap oleh sektor pertanian sementara peluang kerja diindustri sempit. Semakin maju suatu negara maka jumlah penduduk yang berada di sektor ini akan semakin kecil dan efisiensi pertanian meningkat (Torado,1977).
Perekonomian di provinsi Jambi juga dominan oleh aktivitas perekonomian pertanian yang berkembang pesat di sekitar gunung kerinci. Gunung kerinci terletak pada Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Gunung kerinci merupakan gunung tertinggi di Sumatera dan gunung aktif tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3.805 mdpl. Gunung ini aktif terakhir kali pada tahun 2009 yang tentunya meninggalkan banyak sekali unsur hara di kaki gunungnya. Hal ini yang dimanfaatkan oleh warga sekitar dalam mencari mata pencaharaian yang tepat dengan kondisi lahan yang ada di Kayu Aro.
Kecamatan Kayu aro memiliki 29 desa yang hampir semua penduduknya bekerja pada bidang pertanian dan perkebunan. Hampir semua warga masyarakat Kayu Aro bekerja sebagai petani dari perkebunan sayur mayur dan teh yang terletak tidak jauh dari perkampungan penduduk. Jarang sekali ditemukan industri dalam bentuk pabrik besar di daerah ini dikarenakan jauhnya akses dari Kayu Aro ke ibukota Provinsi Jambi. Sehingga lahan banyak digunakan untuk pertanian dan perkebunan serta sebagian kecil untuk pemukiman warga. Kayu Aro juga terkenal sebagai daerah penghasil teh. Perkebunan teh Kayu Aro milik PTPN 6 adalah kebun teh terluas di dunia dalam satu hamparan.Dari pengamatan saya di kecamatan Kayu Aro, hanya satu pabrik yang terdapat di Kayu Aro ini yaitu pabrik kebun teh yang mengemas langsung teh yang telah di proses dari perkebunan teh yang terdapat di Kecamatan kayu Aro. Teh produksi Kayu Aro ini diekspor keberbagai negara di dunia dan dalam negeri.
Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kerinci masih bertumpu pada sektor Pertanian yang menyumbang sebesar 52,13 persen terhadap PDRB Kabupaten Kerinci terutama dari subsektor tanaman bahan makanan, kemudian berturut-turut sektor perdagangan, hotel, dan restoran sebesar 14,35 persen, sektor jasa-jasa sebesar 13,06 persen, sektor angkutan dan komunikasi sebesar 9,41 persen, sektor konstruksi 3,81 persen, sektor industri pengolahan sebesar 3,47 persen, sektor keuangan, persewaan dan perusahaan sebesar 3,40 persen dan sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 0,86 persen serta sektor pertambangan dan pengalian sebesar 0,35 persen (www.pelita.or.id). Dari data yang diperoleh, aktivitas perekonomian pertanian yang paling mendominasi dikarenakan Kayu Aro merupakan lahan yang sangat cocok sekali untuk bercocok tanam dalam hal tumbuhan yang membutuhkan curah hujan yang tinggi, sejuk dan lembab. Hal ini tidak dapat ditemukan disemua kecamatan yang ada di kabupaten Kerinci bahkan di provinsi Jambi.
Dibalik semua kemelimpahan sayur mayur yang dipanen oleh para petani, terjadi kemerosotan harga pasarannya dikarenakan terlalu banyak yang dihasilkan sehingga menyebabkan harga pasaran di Kayu Aro sangat turun drastis. Contohnya seperti harga kubis di pasar normalnya Rp.3.500,-/kg di Kayu Aro hanya Rp.200,-/kg lain halnya dengan harga kentang di pasar normalnya Rp.10.000,-/kg di Kayu Aro hanya Rp.1.300,-/kg. Hal ini juga dikarenakan jauhnya pasar dari Kayu Aro, sehingga para penampung tidak berani menaruh harga tinggi. Sebenarnya ada pasar di Kayu Aro setiap minggu, yaitu pasar Selasa dimana warga Kecamatan Kayu Aro tumpah dijalanan menjajaki dagangannya. Pendapatan para pemetik teh juga tak jauh beda dengan petani sayur mayur, mereka juga telah membanting tulang sekuat tenaga dengan pekerjaan yang sangat menyita waktu. Tetapi tetap saja tak bisa merubah nasib mereka. Rata-rata petani di Kayu Aro belum berhasil menyekolahkan anak mereka. Kurang baiknya tingkat pendidikan disebabkan kurangnya biaya dan tidak adanya kemauan anak untuk melanjutkan sekolah. Hal tersebut dikarenakan rendahnya pendidikan orang tua yang rendah tidak mampu memberimotivasi kepada anaknya dan tidak terdapat contoh orang yang berpendidikan yang berhasil di kalangan mereka. Dan juga hal ini diperparaha dengan kurangnya minat generasi muda untuk terjun dalam sektor pertanian sehingga petani di Indonesia masih bergerak secara lambat.
Pembangunan pertanian yang dilakukan oleh bangsa terdahulu, sekarang kita telah mencapai babak transisi antara modernitas pedesaan dan tradisionalisme yang banyaknya permasalahan disemua aspek kehidupannya. Untuk mendongkrang kemajuan di bidang pertanian perlu diadakannya perencanaan pasti mengenai penataan ruang penyiapan sarana juga pada model pembinaan sehingga perttanian dapat lebih bergerak maju. Sebenarnya masalah utama pertanian adalah skala usaha yang relatif kecil, modal dan kemampuan pengumpulan modal yang rendah, kualitas SDM yang rendah, sehingga penghasilan petani rendah, usahanya tidak berkembang, teknologi yang terbatas, tidak banyaknya kebebasan memilih usaha, daya saing rendah serta akses dan kesempatan kerja diluar pertanian terbatas.
Sistem pertanian berkelanjutan juga seharusnya diterapkan agar suatu saat tidak terjadi pemberhentian memproduksi di bidang pertanian. Dengan tidak memenuhi faktor diantaranya pertumbuhan penduduk yang masih tinggi, pemerintah masih mengabaikan potensi spesifik suatu wilayah, kegagalan pasar, hak kepemilikan lahan hanya untuk orang-orang berada saja dan marjinalisasi praktek & pengetahuan lokal saja (Karwan A.Salikin,2003). Agrobisnis kerakyatan dilakukan agar pertanian di Indonsia tidak memihak salah satu pihak.
Keistimewaan kecamatan Kayu Aro ini seharusnya dapat digunakan sebagai citra unggulan dari kabupaten Kerinci sebagai pemasok hasil perkebunan yang baik seperti yang telah dicontohkan oleh perkebunan teh yang telah di akui dunia, hal ini harus dapat memacu perkembangan sayur mayur terbaik juga yang berasal dari Kayu Aro. Selain itu Kayu Aro bisa dijadikan salah satu objek wisata dalam pengadaan “Paket Tour Pariwisata Kerinci” sehingga periwisata di kerinci berkembang begitu pula Kayu Aro. Kabupaten Kerinci terkenal sekali dengan Danau Kerincinya, Air Panas Semurup dan Kayu Aro yang terletak di kaki gunung Kerinci yang dapat dijadikan pendapatan daerah yang lebih banyak tanpa merusak sumber daya alam malah melestarikan keberadaannya.

Daftar Pustaka
A. Salikin, Karwan.2003.Sistem Pertanian Berkelanjutan:Yogyakarta
Badan Litbang Pertanian.1992.Penelitian dan Pengembangan Pertanian.Departemen Pertanian:Jakarta
Hanani, Nuhfil,dkk.2003.Strategi Pembangunan Pertanian.Lappera Pustaka Utama
http://www.academia.edu/2347439/Kondisi_Kerja_Karyawan_Perempuan_Perkebunan_Dan_Hubungannya_Dengan_Kesejahteraan_Keluarga diakses oleh yuli agnes karmila tanggal 03 Januari 2014 pukul 21:07
http:// www.pelita.or.id diakses oleh yuli agnes karmila tanggal 03 Januari 2014 pukul 22:35
Sumodiningrat, Gunawan.2001.Pembangunan Pertanian di Era Otonomiderah.LP2KP Pustaka Karya:Yogyakarta

Negeri Jambi #1

Aktivitas Perekonomian di Kecamatan Kayu Aro, Kerinci Jambi
Aktivitas perekonomian di Indonesia sangatlah beragam, yang dapat dilihat dari banyaknya sektor yang berkembang di Indonesia. Contohnya Kecamatan Kayu Aro, Kerinci, Jambi terletak di kaki gunung Kerinci yang memiliki kekhasan tersendiri karena perkebunan teh hanya dimiliki oleh daerah-daerah yang memiliki daerah berhawa sejuk saja.
1. Aktivitas perekonomian primer


Aktivitas perekonomian yang bergerak dalam menghasilkan bahan dasar yang akan diolah menjadi bahan jadi. Pada gambar ini terdapat proses dari pengambilan di perkebunan teh kemudian di kumpulkan kepengumpul sehingga teh ini dapat didistribusikan ke pabrik nantinya. Teh ini dikumpulkan dikarenakan petani belum dapat mengolah teh menjadi teh yang lebih berkualitas dan juga, teh ini adalah milik PTPN 6.

2. Aktivitas perekonomian sekunder


Aktivitas perekonomian yang bergerak dalam mengolah bahan dasar menjadi bahan jadi/produk baru. Proses pengolahan terjadi di pabrik setelah menerima daun teh segar dari para pengumpul. Proses ini juga membutuhkan karyawan yang banyak sehingga menyerap tenaga kerja dari warga sekitar. Setelah selesai di proses, daun teh ini akan dikemas menjadi produk yang siap dipasarkan. Produk PTPN 6 ini sudah di perdagangkan dalam negeri maupun luar negeri.

3. Aktivitas perekonomian tersier

Aktivitas perekonomian yang bergerak dalam menyediakan jasa agar dapat memfasilitasi masyarakat/khalayak ramai untuk dapat menikmati keindahan alam Kerinci. Hal ini sudah sepantasnya dilakukan untuk menjaga kelestarian dan juga menambah pemasukan daerah. Salah satunya adalah air terjun Telun Berasap yang sangat identik di Kayu Aro, Gunung Kerinci. Dinamakan Telun Berasap karena air terjun tersebut membentuk butir-butir air yang menyerupai asap. Air terjun ini berada di perbatasan antara provinsi Jambi dan Provinsi Padang.

Jumat, 13 Desember 2013

Tulisan pertama "Pelangi Mimpi"

Aku Sabio Putra Anugrah seorang mahasiswa UI yang sedang mengadakan observasi tentang lingkungan sekitar. Aku mengambil lokasi daerah sebut saja nama daerah itu Desa Kimandano, Ujung pulau. Ini lah yang dibilang serangkuh dayung dua tiga pulang terlampaui, sehubungan untuk tugas di universitas aku juga ingin sekali pulang ke kampung halaman yang telah lama aku tinggalkan sejak kecil. Kami sekeluarga pindah karena ayah pindah tugas ke kota. Pagi itu, Alarm kecilku berbunyi “Kriiiiiinggg, kriiingg, kriiiinggg………”jarum jam telah menujukkan pukul 7 pagi, waktunya aku untuk bergegas bersiap untuk pergi mengunjungi desa Kimandano . Dengan semangat pagi, dengan senyum lebar yang tersangkut di wajahku aku pergi meninggalkan rumah menuju loket mobil travel di Kota. Waktunya keberangkatan ku telah tiba,di dalam mobil terus saja aku membayangkan bagaimana bentuk dari desa itu sekarang ini semenjak aku meninggalkan desa itu beberapa tahun yang lalu. Sampai aku terlelap menganyam bulu mataku. Berselang beberapa jam,…….. “Nak bangun kita sudah sampai,ayo cepat turun”. Ku buka mataku dengan terkejut dan berucap “Terima kasih pak,telah membangunkan saya”.Balasan senyum yang ku dapat.
Untuk sampai ke desa Kimandano harus dengan perahu, memang betul-betul belum berkembang transportasi yang berada di desa ini, “Permisi bapak apakah saya bisa menumpang bapak sampai desa Kimandano pak ?(sambil berharap)”.”Yee naeklah nak bapak juge kebetulan nak lewat sane,, payo lah naek lagi”. “terima kasih banyak pak, kira-kira berapa lama waktu yang di tempuh pak untuk sampai ke desa Kimandano pak ?” “Kalau dikire-kire sekitar  duo puloh menitan lah nak”(warga desa Kimandano kebanyakan orang Melayu, Bugis dan Jawa).
Dayungan perahu pun terhenti, di sebuah  pesinggahan di tepi sungai……
Saat pertama kali menginjakkan kaki “Tapp…”, jantung langsung tersentak bagaikan terjadi ledakan besar dalam jantung perasaan haru bercampur sedih menyelimuti kalbu yang merasakan hilangnya rindu yang mendalam akan desa tercinta ini di bayar dengan sesuatu yang begitu mengiris, betapa terkejutnya diriku ketika melihat banyak yang telah berubah dari desa ini, sejak kedatanganku entah berapa tahun yang lalu aku lupakan hal itu. Dulu saat usiaku  masih kecil, semuanya hidup dengan seimbang pemandangan terlihat begitu asri, di perjalanan masuk desa  disambut dengan lambaian tangan pohon-pohon rindang di sisi kanan dan ketenangan air yang jernih di kiri jalan yang terlihat begitu tenang, sekerumunan kabut yang berjalan di atas air dengan anggun, percik air yang begitu merdu. Tapi kini, keindahan yang telah aku bayangkan sebelumnya berubah menjadi  pemandangan yang begitu gersang tak satu pun pohon rindang yang tumbuh hanya beberapa rumput perdu, sungai keruh dengan banyak sampah yang saling berkejaran di air . Di dalam hati aku bertanya-tanya “kemana hilangnya desaku itu, aku masih belum bisa menerima jika desa ku telah berubah menjadi pemukiman yang gersang ,aku tak terima”. Rasa bertanya-tanya masih mengiri langkah ku menuju pemukiman warga desa.
“Assalamualaikum, mbah ..”. “Waalaikumsalam (dengan suara yang gaung)”. “permisi mbah, kulo Bio purun nyuwun pamit jeng nginep teng niki mbah? (dengan nada bicara yang masih sedikit kaku)”. “Halah nak, ndag usah dipaksakain kalu ora iso ngomong jowo, mbah jugo iso ngerti bahasa endonesia namae mbah, mbah Gito’(dengan logat jawa campuran)”. “Owh, baik lah kalo mbah ngerti bahasa Indonesia, mbah boleh tidak saya permisi untuk nginap disini ? ”. “Boleh-boleh aja nak, tapi ya begini lah gubuk bapak udah reyot”. “Udah diizinin tinggal di sini aja saya udah terima kasih banyak pak.” Aku dan si mbah pun bercerita sampe matahari beranjak pergi dari tempatnya.
Esok paginya…..
Ketika aku sedang menulis kembali ringkasan cerita tugas ku itu. Tiba-tiba keheningan pecah ….
“APA MAKSUD KALIAN ?? MENGAPA KALIAN MENYANDRA TEMAN KAMI LAGI ??? MENGAPA ?? DASAR PENGECUT !! KALO BERANI AYO KITA PERANG KEMBALI !!! JANGAN BERANINYA SEMBUNYI-SEMBUNYI”. Sedangkan warga Wegan Olak yang sendirian tersebut hanya terdiam ketakutan karena takut dikeroyok masa, dia hanya dapat mendengarkan dan berdiri di perbatasan desa. Warga antardesa tidak diperbolehkan melewati sungai sebagai perbatasan desa, jika ada yang melewati perbatasan tersebut berarti yang lewat tersebut bebas untuk diamuk masa desa satunya tanpa ada kompromi lagi, ini berkembang sejak kedua desa mulai bermusuhan beberapa tahun silam. Aku dan mbah yang tadi nya di dapur pun bergegas keluar untuk melihat apa yang sedang terjadi di luar, ternyata sedang ada perkelahian antar desa Kimandano dengan desa tetangga yaitu desa Wegan Olak. Keributan terus berlanjut sampai mbah Morjo si petuah di desa datang  melerai keduanya dan akhirnya perkelahian kedua desa itu pun selesai dengan akhir damai itu di sebabkan mbah Morjo. Mbah Morjo ialah kakak kandung dari mbah Gito’. Aku pun penasaran dengan mbah itu “mbah Gito’, mbah yang itu namanya siapa ?”. “itu kakak kandung ne mbah, jenengenya mbah Morjo. Dia itu salah satu yang dituakan di desa iki.”
“Trus apa yang terjadi di luar tadi itu mbah, yang dia bilang ada yang disandra itu ? dan perang kembali, emangnya sebelumnya udah pernah ada perang ya mbah ?,aduh jadi pusing. Maaf ya mbah Bio banyak tanya habisnya penasaran sih”. “Dasar anak-anak memang penuh dengan rasa penasaran yang tinggi tenan oy, ceritanya tu . (mbah pun menceritakan semua yang telah terjadi) Dulu desa ini kan mempunyai keindahan alam yang begitu elok jika dipandang, kamu tau sendirikan bagaimana keindahan alam di sini. Suatu ketika datang musibah yang begitu tragis di desa ini, desa ini di serang oleh hama tanaman sehingga tanaman yang tumbuh di desa ini podo mate’ kabeh begitu pula dengan pencemaran air neng kene, air ne podo keruh akibat dari sampah-sampah yang dibuang begitu saja di air tanpa dosa dan tanah di desa ini yang dulunya subur kaya akan unsur hara e kini berubah menjadi gersang dapat diibarat e batu yang tak memiliki unsur hara e setitik pun. Dari sini lah permusuhan desa ini dan desa sebelah dimulai karena disaat desa ini mengalami kehancuran, ehh taunya desa sebelah yang tidak memiliki apapun malah berkembang pesat tiba-tiba karena memiliki kelebihan yang awalnya dimiliki oleh desa Kimandano berpindah tangan semua ke desa Wegan Olak. Betapa kecewanya semua warga saat desanya hancur lebur tak ada kelebihan satu pun. Setelah itu para pemuda desa  Wegan mulai menyombongkan diri dan selalu saja memperolok warga desa Kimandano, siapa saja yang diperolok pasti akan marah juga jika berlebihan ,betul tidak ?”. “setuju pak, saya juga pasti seperti itu pak”. “Dan pada malam hari berikutnya pemuda sini merencanakan untuk menyerang desa Wegan untuk menghancurkan segala sesuatu yang dapat membuat warga desa Wegan menyombongkan diri karena pemuda desa sini sangat menjunjung tinggi kejujuran jadi pemuda sini tidak menyukai orang-orang yang sombong. Paginya serangan pun dilakukan kemudian pemuda desa dengan membawa beberapa alat sederhana untuk menyerang yang banyak ditemukan di desa, para pemuda kembali dengan membawa beberapa sandraan dari desa sebelah, karena semakin banyak warga desa Wegan yang mengolok, maka semakin banyak pula yang disandra. Karena pemuda Wegan ingin mengambil kembali warga desanya, pemuda Wegan pun menyerang desa Kimandano, saling serang ini pun terjadi saling bergantian sampai akhirnya datang mbah Morjo ke desa ini, mbah Morjo itu kan sebenarnya berasal dari sini tapi merantau ke pulau Jawa yang datang merene kerno dengar cerita iki. Peperangan pun berakhir batas itu aja. Tapi para pemuda antar desa masih menyimpan dendam sampai sekarang ini ”. “Jadi karena kekayaan alam yang hilang ya mbah ?, wah ini cocok sekali untuk diangkat menjadi judul dari tugas saya ini mbah, mbah bantuin saya ya mbah ”. “Iya anakku”.
Dimulai dari sini aku termotivasi untuk bisa membantu membereskan dan memecahkan masalah ini. Aku sering sekali memikirkan bagaimana bisa kekayaan alam dari suatu desa bisa berpindah dengan begitu saja, sedangkan desa yang ditinggal hancur lebur. Setelah aku teliti dari fisik desa itu semuanya tumbuh dengan seimbang tanpa ada yang janggal. Ini yang membuat aku bertambah penasaran. Benar-benar ini anugerah Tuhan yang maha Esa yang sangat luar biasa yang jarang di temui di daerah lain. Karena dari data yang aku dapat dari warga desa Derep yang desanya berada di sebelah timur desa Kimandano, ternyata desa Derep juga pernah merasakan kehilangan kekayaan alam yang begitu dibanggakan juga. Mereka mempunyai kekayaan alam selama 2th, 2th untuk kegersangan dan kembali seperti semula lagi. Menurutku hal ini kan di rasakan pula dengan desa Kimandano, tetapi aku berani untuk menyimpulkan dengan pasti. Sesampainya di rumah aku langsung bertanya dengan mbah Gito’ ”sudah berapa lama mbah kegersangan ini terjadi ?”. “kegersangan ini terjadi udah sekitar 2th kurang 1th bulan, nanti tepatnya 2th di bulan april esok”. Rasa yakinku pun terus bertambah, begitu pula dengan rasa penasaran ku yang membuat diri ku harus terus bertahan menunggu 1 bulan lagi. Tetapi jika tidak pupuslah sudah harapanku.
Sebulan telah berlalu berarti sudah saatnya desa ini kembali normal. Tepat jam 00.00 WIB “Subhanallah, Allahuakbar,” kejadian yang tak sangka aku dapat melihatnya, sebuah keajaiban bagai di dunia mimpi. Malam itu aku tercengang akan perubahan yang terjadi di desa Kimandano karena semua yang dulunya hilang kini telah kembali lagi seperti semula tetapi tidak seindah biasanya, pohon rindang tumbuh dan air pun bergemercik dan bening. Aku tak tahu mengapa bisa begini. Sebuah keajaiban yang luar biasa. Aku terus saja memandangi keajaiban itu sampai bulu mataku teranyam dengan sendirinya di bawah pohon yang baru tumbuh malam itu.
Paginya, terdengar suara sorai-sorai di sekelilingku. Ternyata para warga desa Kimandano yang sedang bergembira berkumpul bersama merayakan syukuran atas kembalinya kekayaan alam mereka. Sedangkan warga desa Wegan Olak kembali bersedih karena kekayaan alam yang mereka miliki telah lenyap seperti desa Kimandano dulunya. Aku pun hanya bisa berbicara sedikit kepada mereka “Kalian harus bersabar, karena hama dan semua kerusakan ini akan berakhir 2th yang akan datang. Jadi kalian semua harus bersabar karena ini mungkin cobaan yang Tuhan berikan kepada setiap desa secara bergiliran”. Warga desa Wegan Olak pun mengakui kesalahan mereka yang telah menyombongkan diri atas kekayaan alam yang dulunya mereka miliki tapi kini tidak mereka miliki lagi. Mereka pun sadar bahwa semua yang mereka miliki itu bukan sepenuhnya milik mereka tetapi milik yang Maha Kuasa, yang sewaktu-waktu dapat diambil. Akhirnya kedua desa ini pun akrab kembali tanpa ada rasa dendam lagi.
Siangnya aku pamit dengan semua warga desa, terutama mbah Gito’ “mbah Bio pamit mbah, maafin Bio ya mbah kalau Bio ada salah dengan mbah”. “Iya nak, ra opo, sering maen ke sini neh yo”. Kami pun berpelukan melepas kerinduan yang akan aku dan mbah rasakan. Saat mohon pamit dengan mbah Morjo “Nak, kamu beruntung bisa melihat keajaiban itu di sini. Mbah juga dulu itu seperti kamu, tetapi karena mbah belum mengerti akan ilmu pengetahuan jadi mbah hanya memandang keajaiban itu sebelah mata saja, tapi sebenarnya mbah masih penasaran dengan itu semua mengapa bisa terjadi”.
Semenjak  itu setiap 2th sekali desa Kimandano, desa Wegan Olak dan beberapa desa di daerah itu selalu ramai dikunjungi warga dari luar daerah maupun dari daerah itu sendiri karena mereka penasaran akan apa yang pernah saya lihat 2th silam.
Skripsi pun selesai, aku  membahas tentang kejadian alam yang begitu aneh untuk dipikirkan dengan rasional. Aku pun lulus universitas dengan mendapatkan nilai yang sangat memuaskan seperti yang aku harapkan.
Saat dalam perjalanan pulang. Tiba-tiba saat  menyebrang di zebra putih. Klakson mobil berbunyi sangat kencang “Tetttt…tettt…tettt…..”
Aku tertawa sendiri karena ternyata itu adalah suara alarmku yang sudah aku setel tadi malam tepat pukul 07.00 WIB . Dan semua kejadian yang telah aku alami itu semuanya hanyalah sebuah bunga tidur, tetapi aku berharap penelitian kali ini sama seperti mimpiku yang aku alami tadi malam, untuk dapat melihat keajaiban yang sangat langka di temukan.
Sekarang waktunya aku bergegas menuju desa yang akan menjadi lokasi penelitianku. Dan semoga saja itu semua menjadi kenyataan.